Kenali Profesi Aktuaris Lebih Dalam

Kenali Profesi Aktuaris Lebih Dalam

Datapolis.id, Jakarta – Dunia kerja memiliki banyak sekali profesi berbeda yang disesuaikan dengan bidangnya. Salah satunya adalah Aktuaris. Ketika mendengar kata Aktuaris, tidak heran masih banyak yang belum mengenal profesi ini dan apa yang dikerjakan nantinya. Secara singkat, profesi ini dominan menggunakan ilmu statistika yang diaplikasikan di sektor keuangan.

Untuk lebih jelasnya, saya akan mengajak anda mengenali lebih dekat profesi Aktuaris.

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 426/KMK.06/2003 BAB III Pasal 16, perusahaan asuransi jiwa harus mengangkat seorang aktuaris sebagai aktuaris perusahaan

Aktuaria  adalah ilmu yang mempelajari dan mengaplikasikan ilmu keuangan dan teori statistik untuk menyelesaikan persoalan bisnis-bisnis aktual. Persoalan ini umumnya menyangkut analisis kejadian masa depan yang berdampak pada segi finansial, khususnya yang berhubungan dengan besar pembayaran  di masa depan dan kapan pembayaran dilakukan pada waktu yang tidak pasti.

Kenali Profesi Aktuaris Lebih Dalam

Sedangkan, seorang ahli yang menekuni ilmu aktuaria disebut sebagai aktuaris. Peran aktuaris sangat vital pada bidang konsultasi, perusahaan asuransi jiwa, pensiun dan investasi. seorang aktuaris memiliki tugas penting tersendiri di dalam perusahaan, antara lain sebagai berikut:

Membuat dan menetapkan harga Produk asuransi menggunakan Membuat cadangan/estimasi Risiko yang telah/akan dijamin Membuat proyeksi dan analisis teknis perkembangan perusahaan
  1. Tingkat Mortalita; Morbidita.
  2. Tingkat Investasi.
  3. Skala Penjualan.
  4. Skala Biaya.
  5. Klasifikasi Risiko.
  1. Memastikan kecukupan kewajiban yang akan dibayarkan perusahaan.
  2. Menjaga Kesehatan keuangan perusahaan.
  1. Membuat analisis kecukupan Pemasukan dan kewajiban.
  2. Meninjau ulang kecukupan dan kewajaran biaya-biaya.
  3. Meninjau ulang risiko yang ada dengan kewajarannya.
  4. Meninjau ulang kecukupan tingkat mortalita; morbidita.
  5. Meninjau ulang kecukupan tingkat Investasi.
  6. Meninjau ulang harga atas penjualan dengan volume penjualan.

Aktuaria banyak sekali dibutuhkan di perusahaan asuransi dan industri bidang keuangan lainnya karena seperti yang telah disampaikan di paragraf sebelumnya mengenai tugas-tugas aktuaris, sebuah perusahaan sangat membutuhkan ahli pada bidang risiko keuangan yang dapat menghitung dan memprediksikan kesehatan keuangan perusahaan di masa mendatang.

Untuk mendapat gelar Aktuaris di Indonesia atau Fellow Society of Actuaries Of Indonesia (FSAI), anda harus menempuh 11 mata ujian yang diberikan oleh Persatuan Aktuaria Indonesia (PAI) antara lain Matematika Keuangan, Probabilita dan Statistika, Ekonomi, Akuntansi, Metoda Statistika, Matematika Aktuaria, Permodelan dan Teori Risiko, Investasi dan Manajemen Aset, Manajemen Aktuaria, Aspek Aktuaria Dalam.

Mata ujian di atas memang banyak dan cukup sulit, namun jangan khawatir karena ada banyak perguruan tinggi negeri dan sekolah tinggi di Indonesia yang bekerjasama dengan PAI membuka pendidikan aktuaria seperti, Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institus Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Institut Pertanian Bogor (IPB), Sekolah Tinggi Manajemen Risiko dan Asuransi (STIMRA) dan Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti.

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 426/KMK.06/2003 BAB III Pasal 16, perusahaan asuransi jiwa harus mengangkat seorang aktuaris sebagai aktuaris perusahaan yang memiliki kualifikasi sebagai aktuaris dari Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) atau asosiasi sejenis dari luar negeri yang terdaftar sebagai anggota penuh International Association of Actuaries.

Pada bulan Februari 2018, Ketua Umum Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) Fauzi Arfan mengatakan saat ini ada 536 tenaga aktuaris di Indonesia, terdiri atas 265 FSAI dan 271 ASAI.[1] Sedangkan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mencanangkan Program 1000 Aktuaris pada pertengahan 2013.

Pada tahun 2018 kebutuhan aktuaris lebih dari 115% dari jumlah aktuaris yang tersedia, dimana jumlah tersebut digunakan oleh 386 LJKNB (Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank) yang bersinggungan langsung dengan aktuaris, antara lain perusahaan asuransi dan dana pensiun.[2]

Profesi aktuaris  cukup menjanjikan bisa dilihat dari sudut pandang penghasilan yang akan anda terima. Penghasilan seorang aktuaris yang dimulai sebagai Actuarial Analyst bisa mencapai kisaran 4-7 juta rupiah perbulannya. Namun jika anda telah menyelesaikan 8 mata ujian sertifikasi PAI dan telah memiliki level Associate / ASAI (Associate Societies Actuary Indonesia), potensi pendapatan anda akan naik antara 10-25 juta perbulan dan akan terus bertambah seiring dengan prestasi dan ilmu yang telah anda capai.

Bahkan tidak menutup kemungkinan anda tetap bisa naik menjadi posisi Chief Financial Officer (CFO) atau Direktur Keuangan. Untuk di asuransi jiwa, seorang aktuaris menduduki posisi yang dinamakan chief actuary.

Bagaimana, apakah anda tertarik untuk menjadi seorang aktuaris?



[1] Bisnis.com. (2018). 48 Perusahaan Asuransi Belum Punya Aktuaris. [online] Available at: http://finansial.bisnis.com/read/20180227/215/743354/48-perusahaan-asuransi-belum-punya-aktuaris [Accessed 8 Jun. 2018].

[2] Matematika.fmipa.unand.ac.id. (2018). Pengembangan Aktuaris di Industri Keuangan Non-Bank. [online] Available at: http://matematika.fmipa.unand.ac.id/images/bahan-seminar/Bahan-Tayang-OJK–Univ.-Andalas.pdf [Accessed 8 Jun. 2018].

One Response

Leave A Comment

You must be logged in to post a comment